Yuk Simak 3 Jajanan Tradional yang Paling Digilai Pecinta Kuliner

jajanan tradisional

Indonesia adalah negara yang kaya akan suku dan budaya, pun dengan jajanan tradisional yang dimilikinya. Indonesia memiliki lebih dari 100 jajanan tradional yang tersebar dari ujung Sabang sampai Marauke. Masing-masing jajanan umumnya mewakili daerahnya. Walau demikian, ada pula jajanan tradional yang bersifat global dan tidak kedaerahan.

Nah, untuk kaum milenial yang belum tahu apa itu jajanan tradional, baiknya simak dulu ulasan mengenai jajanan tersebut.

Jajanan tradional adalah jajanan lawas yang umumnya dijual di pusat oleh-oleh atau pasar. Jajanan ini umumnya dibuat dengan cara tradional alias hand made dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Jadi, secara parsial, bisa dibilang jajanan ini jauh lebih aman dan sehat dibanding jajanan milenial sekarang.

Oh, ya, beda harga jajanan tradional beda harga jajanan milenial, yah. Harga jajanan yang bersifat tradional umumnya murah, hanya dipatok di angka Rp 1.000,- hingga Rp 5.000,-. Coba bandingkan dengan jajanan milenial yang bisa menembus ratusan ribu.

Baik, sampai di sini paham, kan, apa itu jajanan tradional? Jika paham, yuk lanjut mengulas jenis-jenis jajanan yang bersifat tradisional.

Lemper: Bisa Dibilang Sushi-nya Indonesia. Jajanan Tradional  ini Terdiri Dari Ketan dan Isian Daging, Panganan Ini Efektif Buat Mengganjal Lapar, loh.

Siapa di sini yang tidak tahu lemper? Jika tidak tahu, tandanya kalian tidak pernah mengikuti seminar atau lomba yang memberikan fasilitas snack atau makanan ringan.

Ya, lemper bisa dibilang panganan wajib yang harus ada di snack acara. Rasanya yang gurih dan terbuat dari ketan membuat posisi lemper hampir mirip dengan nasi. Minimal, sama-sama bisa mengganjal lapar walau hanya sebentar.

Lemper sendiri berbentuk lonjong, tersusun dari ketan putih dengan isinya—biasanya—ayam dan dibalut dengan daun pisang. Rasanya gurih dan agak manis.

Baca Juga :  Resep Tempe Orek dengan Beragam Variasi

Lumpia: Jajanan Tradional Khas Semarang yang Juga Dijual di Hampir Semua Kota di Indonesia

Sama halnya dengan lemper, lumpia adalah jajanan tradisional yang paling sering muncul di snack atau cemilan acara. Rasanya yang gurih membuat makanan ini cocok dipadukan dengan lemper.

Lumpia sendiri terbuat dari kulit lumpia (yang terdiri dari tepung terigu dengan tepung roti), sayuran, bihun, dan suwiran ayam.

Beberapa pengusaha lumpia bahkan memberikan varian rasa yang berbeda. Mereka biasanya menambahkan beberapa bahan tambahan untuk memberikan cita rasa pada jajanan tradional yang dijajakannya. Beberapa bahan tambahan tersebut antara lain; telur, mayones, daging kambing/sapi, kentang, dan beberapa bahan lainnya.

Soal rasa, jangan tanya lagi. Sebab makanan ini menjadi santapan favorit saat acara seminar, pelatihan dan sejenisnya.

Kue Lumpur: Jajanan Tradional Asal Sidoarjo yang Mirip dengan Surabi dan Apem di Cirebon

Kue lumpur adalah satu dari sekian makana tradional yang naik daun. Betapa tidak, selain dijual secara tradisional, kini, makanan ini juga telah menjadi menu santapan di beberapa restoran.

Kue lumpur sendiri berbentuk bulat. Mirip dengan apem di Cirebon namun lebih lebih pilih dan pinggirannya lebih rata.

Kue asal Sidoarjo ini menggunakan bahan dasar terigu sebagaimana kue-kue pada umumnya. Hanya saja, yang membedakan kue ini dengan kue lain adalah teksturnya yang lebih lembek dan lumer.

Ya, jajanan tradional ini akan lumer bila digigit. Sensasi yang tentu tidak dimiliki oleh banyak jajanan daerah lain di Indonesia.

Soal rasa, tak usah diragukan lagi. Karena selain enak, sensasi yang unik membuat jajanan ini digilai oleh pecinta kuliner di Indonesia.

Nah, itulah beberapa jajanan tradional yang bisa kalian jadikan referensi. Kendati tradional, jajanan memiliki cita rasa yang sangat enak, loh. Buktinya, sampai sekarang, jajanan tersebut masih eksis hingga naik level ketingkat restoran.

Baca Juga :  Masakan Jawa: Resep Urap Sayur

You Might Also Like